Langsung ke konten utama

Unggulan

Tak Pernah Dimaki, Tapi Terluka: Mengungkap Perundungan Struktural dalam Kerangka Hukum

Pembahasan mengenai perundungan (bullying) dalam diskursus hukum Indonesia umumnya terfokus pada tindakan yang bersifat langsung, personal, dan kasat mata, seperti perundungan fisik, verbal, atau perundungan siber. Namun, terdapat satu bentuk perundungan yang kerap terjadi dalam praktik sosial dan kelembagaan, tetapi belum banyak mendapat perhatian serius dalam kajian hukum, yaitu perundungan struktural . Perundungan struktural dapat dipahami sebagai tindakan atau pola perlakuan yang merugikan individu atau kelompok tertentu yang terjadi secara sistematis melalui mekanisme, kebijakan, atau budaya dalam suatu struktur sosial, organisasi, atau institusi. Berbeda dengan perundungan konvensional yang dilakukan oleh individu terhadap individu lain, perundungan struktural sering kali tidak memiliki pelaku tunggal yang jelas, sehingga sulit diidentifikasi dan diproses secara hukum. Karakteristik Perundungan Struktural Secara konseptual, perundungan struktural memiliki beberapa ka...

Satu Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Dilarang Nabi, Kamu Masih Sering Lakukan?




      Assalamu’alaikum. Halo guys, apa kbarnya nih? Apakah Masih kuat puasanya? tetap semangat ya sahabat. sekarang aku mau kasih tau nih apa manfaat dari larangan meniup makanan atau menghembuskan napas saat minum dalam hadis.

      Tahukah anda larangan meniup makanan saat masih panas  atau menghembuskan napas saat minum dalam hadist itu punya manfaat dibaliknya, nah pada saat kamu makan nih, trus karena masih panas kamu tiup tuh makanannya, dan makanan panas itu sebenanrnya mengeluarkan uap air H2O dan pada saat kamu niup makannan itu kamu akan mengeluarkan CO2 (Karbon Dioksida) yang merupakan zat racun/bahaya. Maka akan menimbulkan reaksi :
H2O + CO2 = H2CO3 (asam lemah)

     Dan di dalam tubuh kita ada juga H2CO3 yang mengatur PH dalam tubuh melalui darah Jika di tambah dengan H2CO3 akan jadi asam lemah dalam darah, bila ditambah HCO3 maka terjadi Konjugasi Basa, karena kedua hal diatas di gabung maka timbul 2 kemungkinan pada keseimbangan asam / basa yang sering disebut dengan :
Asiodosis (asam yang lebih banyak/ Dominan)
Alkalosis (Basa yang lebih banyak/Dominan)

     Dalam larangan menghembuskan napas saat minum karena napas yang kita hembuskan juga mengandung CO2 dan kadang ada bakteri dalam mulut yang menyebabkan adanya bau mulut, jika kita hembuskan napas saat minum maka minumkita pun akan terkontaminasi dengan bau itu yang membuatkita malas untuk meminumnya lagi.

     Dalam penjelasan diatas membuat kita ingat kembali mengenai hadist nabi yaitu hadits larangan meniup minuman dan makanan,
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas.” (HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Imam Muslim menjelaskan hikmahnya,
والنهي عن التنفس في الإناء هو من طريق الأدب مخافة من تقذيره ونتنه وسقوط شئ من الفم والأنف فيه ونحو ذلك
Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab. Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya. (Syarh Shahih Muslim, 3/160, Dar Ihya At-Turast, cet ke-2, 1392 H, syamilah).

Sekian dulu ya, semoga penjelasan singkat diatas dapat bermanfaat bagi sahabat yang membacanya, ada beberapa artikel bermanfaat lainnya yang dapat dibaca di blok ini, trimakasih

Komentar

Postingan Populer