Langsung ke konten utama

Unggulan

Penyelenggaraan Kearsipan: Dari Administrasi Sunyi Menjadi Penentu Nasib Hukum

Dalam banyak diskusi hukum administrasi, kearsipan hampir selalu ditempatkan di sudut yang sunyi. Ia dianggap urusan tata usaha, bukan urusan hukum. Padahal, dalam praktik penegakan hukum, arsip sering kali menjadi aktor utama, bahkan penentu menang atau kalahnya sebuah perkara. Dalam praktik, penyelenggaraan kearsipan masih kerap dilakukan tanpa pemahaman hukum yang memadai. Setiap tahapan pengelolaan arsip mulai dari penciptaan, penyimpanan, pemindahan, hingga pemusnahan sejatinya memiliki implikasi yuridis sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Arsip Bukan Sekadar Dokumen, Melainkan Jejak Kekuasaan Dalam perspektif hukum publik, setiap arsip yang dihasilkan oleh badan atau pejabat negara adalah jejak penggunaan kewenangan. Surat keputusan, nota dinas, email kedinasan, hingga pesan singkat yang berkaitan dengan jabatan, semuanya adalah representasi konkret dari tindakan pemerintahan. Ketika arsip tidak dikelola dengan baik, yang hila...

99% Orang Lupa! Ini yang Harus Dilakukan Saat Bencana Datang!

Di Indonesia, atau dimanapun berda, saat terjadi bencana tentu terasa panik, nah kebanyakan orang lupa dan syok, bingung apa yang harus dilakukan, Berikut solusi atau langkah penyelamatan diri sesuai dengan jenis bencananya:

1. Banjir Bandang
Penyelematan diri saat banjir bandang dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
* Segera pergi ke tempat yang tinggi dan dirasa aman dari jangkauan debit air.
* Hindari melewati arus air deras, walau tampak dangkal.
* Matikan skring listrik agar tidak terkena konslet.
* Siapkan tas siaga berisi dokumen penting, makanan, air, senter, dan obat-obatan.
* Dengarkan informasi dari radio atau otoritas setempat.

2. Tsunami
Penyelamatan diri pada saat tsunami dapat juga dilakukan dengan cara:
* Saat terjadi gempa yang besar di dekat pesisir, cepat pergi menjauh dari pantai tanpa menunggu peringatan.
* Menuju tempat tinggi minimal 3 km dari garis pantai atau lebih dari 30 meter di atas permukaan laut.
* Tunggu pengumuman resmi yang menyatankan kondisi bencana sudah aman setelahnya baru dapat kembali ke tempat masing-masing untuk menghindari resiko bencana susulan
* Hindari menggunakan kendaraan jika menimbulkan kemacetan, lebih baik jalan kaki dan berlari jika memungkinkan.

3. Puting Beliung
Penyelamatan diri pada saat terjadi angin puting beliung dapat dilakukan dengan cara :
* Masuk ke dalam rumah atau bangunan kokoh, hindari jendela dan pintu kaca.
* Segera cari tempat perlindungan yang paling dalam seperti di kamar mandi atau kolong tangga.
* Hindari berlindung di pohon besar dan bangunan yang rapuh, pilihlah yang kokoh dan jikalau dapat berdiamlah di dalam rumah/ruangan.
* Jika berada di luar dan tak sempat mencari perlindungan, berbaringlah di tanah datar sambil melindungi kepala karena dikawatirkan lempengen seng yang tajam sedang berterbangan dapat memotong leher anda.

4. Gempa Bumi
Penyelamatan diri pada saat terjadi gempa bumi dapat kita lakukan dengan :
* Segera berlindung di bawah meja atau tempat kuat lainnya ("Drop, Cover, Hold").
* Jauhi jendela, kaca, dan benda yang dapat jatuh.
* Setelah gempa berhenti, keluar bangunan dengan tertib dan hati-hati.
* Saat di luar ruangan, jauhi bangunan dikhawatirkan akan roboh, tiang listrik, dan pohon.

5. Kebakaran
Penyelamatan diri yang dapat dilakukan pada saat terjadi kebakaran yaitu :
* Cepat cari jalan keluar terdekat dari bangunan misalnya lewat jalur evakuasi.
* Merangkak jika ruangan penuh asap, untuk menghindari menghirup asap beracun.
* Gunakan kain basah untuk menutup hidung dan mulut.
* Jangan menggunakan lift, gunakan tangga darurat.

6. Tanah Longsor
Penyelamatan diri yang dapat dilakukan pada saat tanah longsor yaitu :
* Segera menjauh dari lereng yang rawan longsor dan cari tempat yang lebih tinggi.
* Tanda awal terjadinya tanah longsor yaitu adanya suara gemuruh atau suara retakan tanah.
* Segera evaluasi diri dan keluarga anda jika ada retakan di tanah atau tembok.
* Waspadai longsor susulan oleh karenanya segera jauhi lokasi dan evakuasi diri.

7. Gunung Meletus
Langkah-langkah upaya yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan diri terbagi 3 yaitu:
Sebelum erupsi:
* Ikuti informasi dari BMKG, PVMBG, atau BPBD soal status gunung.
* Siapkan tas siaga yang berisi masker, kacamata pelindung, obat-obatan, makanan ringan, air, senter, dan dokumen penting.
* Pahami jalur evakuasi dan lokasi pengungsian terdekat.

Saat erupsi:
* Segera evakuasi diri dan keluarga, jika berada di zona merah atau terdampak awan panas.
* Pakai masker dan kacamata untuk perlindungan dari abu vulkanik yang berterbangan.
* Jangan menunggu terlalu lama atau menyepelekan peringatan.
* Hindari lembah sungai karena bisa dilalui lahar hujan (campuran air dan material vulkanik).

Setelah erupsi:
* Tetap di pengungsian sampai otoritas menyatakan aman.
* Hati-hati terhadap abu vulkanik, jangan mengendarai motor atau mobil jika jarak pandang rendah dan jalan licin.
* Bersihkan abu di atap rumah secara hati-hati agar tidak roboh.

Kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat, yuk share ke teman dan keluarga, supaya kita bisa sama-sama tau! Jangan lupa juga untuk follow blog ini agar kamu nggak ketinggalan tips-tips lainnya! Semoga bermanfaat yaa...

Kalau sekalian mau rekomendasi pembahasan lainnya, tinggal bilang ya di kolom komentar! 

#alam #bencanaalam #indonesia

Komentar

Postingan Populer