Cari Blog Ini
Blog pribadi Al Intan Rizki Maharani yang menyajikan catatan akademik, wawasan hukum, serta refleksi kehidupan dengan pendekatan edukatif dan bertanggung jawab. Memuat pembahasan berbagai isu hukum, termasuk hukum perdata, hukum bisnis, hukum pemerintahan, hukum administrasi negara, hukum pidana, dan hukum keluarga, yang disajikan dalam bentuk tulisan populer dan opini hukum untuk mendorong pemikiran kritis dan pembelajaran berkelanjutan.
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Peran Lahan Pangan Berkelanjutan dalam Menjamin Ketahanan Pangan Nasional
Bukan hanya mengenai pangan berkelanjutan, bukan hanya bercocok tanam tetapi tentang melestarikan sumber daya alam untuk ketahanan pangan jangka panjang. Dan diperlukan kolaborasi antara pemerintah, petani, swasta, dan masyarakat untuk melindungi dan mengelola lahan secara bijak yang berguna bagi ketahanan pangan nasional, menguatkan ekonomi lokal, serta menyediakan lapangan pekerjaan.
Lahan pertanian pangan berkelanjutan merupakan wilayah yang dikelola secara terus menerus dan bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan pangan, tidak hanya menekankan pada produktivitas lahan tapi juga kelestarian lingkungan sosial dan ekonomi.
Prinsip utama lahan pertanian berkelanjutan yaitu lahan dapat produktif secara jangka panjang dan mampu menghasilkan pangan secara stabil dari waktu ke waktu, mencegah kerusakan tanah yang dapat mempengaruhi kesuburan tanah, ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk alami serta mendorong perkembangan hayati serta ekosistemnya, dapat lebih efisien penggunaan sumber daya baik itu air pupuk dan tanah, tahan terhadap perubahan iklim, dengan menerapkan sistem pertanian yang adaptif terhadap kekeringan banjir maupun cuca ekstrim, Serta keadilan sosial dan ekonomi, mendorong kemandirian pangan lokal dan meningkatkan pendapatan bagi petani,
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) juga merupakan istilah resmi dalam Undang-Undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Tujuan LP2B menurut UU tersebut yaitu :
1. Menjamin ketersediaan lahan untuk produksi pangan nasional.
2. Melindungi lahan dari alih fungsi yang tidak terkendali (misalnya jadi perumahan atau industri).
3. Menjaga kedaulatan dan kemandirian pangan.
Ciri-ciri LP2B menurut regulasi yaitu :
1. Ditetapkan secara hukum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
2. Tidak boleh dialih fungsikan sembarangan.
3. Diberi insentif dan perlindungan bagi petani.
Tantangan dalam penerapannya juga sangat besar terutama pada alih fungsi lahan yg cepat, Karena dalam lahan terkadang agak sulit untuk direalisasikan cepat butuh waktu.
Kalau merasa artikel ini bermanfaat, yuk share ke teman dan keluarga, supaya kita bisa sama-sama tau! Jangan lupa juga untuk follow blog ini agar kamu nggak ketinggalan artikel lainnya! Semoga bermanfaat yaa... Trimakasih
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Aturan Cuti bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa: Apa yang Perlu Diketahui
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kenapa Persatuan Bisa Jadi Penentu Masa Depan Indonesia?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar