Langsung ke konten utama

Unggulan

Apa Itu Cyber Crime? Tinjauan Akademik dan Dasar Hukum di Indonesia

Photo by [cottonbro studio] via Pexels Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ranah hukum. Internet yang pada awalnya dirancang sebagai sarana pertukaran informasi kini berkembang menjadi ruang interaksi sosial, ekonomi, hingga politik. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul pula fenomena kejahatan berbasis teknologi yang dikenal sebagai cyber crime  atau kejahatan siber. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai apa itu cyber crime, karakteristiknya, serta dasar hukum yang relevan di Indonesia. Pengertian Cyber Crime Secara umum, cyber crime dapat diartikan sebagai segala bentuk perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer, jaringan internet, atau sistem elektronik sebagai sarana maupun sasaran. Dalam perspektif akademik, cyber crime tidak hanya terbatas pada tindakan kriminal konvensional yang “dipindahkan” ke dunia digital, tetapi...

Peran Lahan Pangan Berkelanjutan dalam Menjamin Ketahanan Pangan Nasional


Bukan hanya mengenai pangan berkelanjutan, bukan hanya bercocok tanam tetapi tentang melestarikan sumber daya alam untuk ketahanan pangan jangka panjang. Dan diperlukan kolaborasi antara pemerintah, petani, swasta, dan masyarakat untuk melindungi dan mengelola lahan secara bijak yang berguna bagi ketahanan pangan nasional, menguatkan ekonomi lokal, serta menyediakan lapangan pekerjaan.


Lahan pertanian pangan berkelanjutan merupakan wilayah yang dikelola secara terus menerus dan bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan pangan, tidak hanya menekankan pada produktivitas lahan tapi juga kelestarian lingkungan sosial dan ekonomi. 


Prinsip utama lahan pertanian berkelanjutan yaitu lahan dapat produktif secara jangka panjang dan mampu menghasilkan pangan secara stabil dari waktu ke waktu, mencegah kerusakan tanah yang dapat mempengaruhi kesuburan tanah, ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk alami serta mendorong perkembangan hayati serta ekosistemnya, dapat lebih efisien penggunaan sumber daya baik itu air pupuk dan tanah, tahan terhadap perubahan iklim, dengan menerapkan sistem pertanian yang adaptif terhadap kekeringan banjir maupun cuca ekstrim, Serta keadilan sosial dan ekonomi, mendorong kemandirian pangan lokal dan meningkatkan pendapatan bagi petani, 


Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) juga merupakan istilah resmi dalam Undang-Undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.


Tujuan LP2B menurut UU tersebut yaitu :

1. Menjamin ketersediaan lahan untuk produksi pangan nasional.

2. Melindungi lahan dari alih fungsi yang tidak terkendali (misalnya jadi perumahan atau industri).

3. Menjaga kedaulatan dan kemandirian pangan.


Ciri-ciri LP2B menurut regulasi yaitu :

1. Ditetapkan secara hukum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

2. Tidak boleh dialih fungsikan sembarangan.

3. Diberi insentif dan perlindungan bagi petani.


Tantangan dalam penerapannya juga sangat besar terutama pada alih fungsi lahan yg cepat, Karena dalam lahan terkadang agak sulit untuk direalisasikan cepat butuh waktu. 

Kalau merasa artikel ini bermanfaat, yuk share ke teman dan keluarga, supaya kita bisa sama-sama tau! Jangan lupa juga untuk follow blog ini agar kamu nggak ketinggalan artikel lainnya! Semoga bermanfaat yaa... Trimakasih


Komentar

Postingan Populer